fbpx
Q & A Tentang Kolesterol

Q & A Tentang Kolesterol

Apakah kolesterol baik itu?

HDL (High Density Lipoprotein) adalah kolesterol yang berfungsi untuk membersihkan kelebihan kolesterol yang berbahaya di dalam darah dan membawanya kembali ke hati untuk dikeluarkan dari tubuh. Oleh karena itu, HDL (high density lipoprotein) disebut sebagai ‘kolesterol baik.
High Density Lipoprotein: Jenis kolesterol dengan tingkat kelarutan yang tinggi yang dapat membantu membawa/melarutkan kolesterol jahat yang berbahaya untuk dimetabolisme di hati untuk dikeluarkan dari tubuh sehingga tubuh tidak terjadi kelebihan kolesterol jahat.

Apakah kolesterol jahat itu?

Jenis ini disebut kolesterol jahat karena dapat menumpuk di pembuluh darah dan menyebabkan penyempitan, jika kadarnya dalam tubuh terlalu tinggi, sehingga bisa menyebabkan penyakit hiperkolesterolemia dan komplikasinya berupa penyakit jantung, ateroskeloris (penumpukan plak lemak di dinding pembuluh darah), dan stroke.

Berapa Kadar kolesterol yang harus dijaga agar terhindar dari penyakit hiperkolesterolemia/kelebihan kolesterol dalam darah?

Berikut adalah besaran kadar kolesterol berdasar jenis kolesterol, jika seseorang dikatakan menderita Hiperkolestreolemia.

  • Kadar kolesterol total > 200 mg/dL
  • Kadar LDL (Low Density Lipoprotein) > 100 mg/dL
  • Kadar HDL ( High Density Lipoprotein) < 40 mg /dL
  • Kadar Trigliserida > 150 mg/dL

Sehingga jika ingin terhindar dari penyakit hiperkolesterolemia maka kadar kolesterol total tidak boleh lebih dari 200 mg/dl, kadar LDL tidak boleh lebih dari 100 mg/dl, kadar HDL minimal 40 mg/dl, dan trigliserida tidak boleh melebihi 150 mg/dl

Mengapa jika kadar kolesterol jahat bisa menyebabkan penyakit jantung?

Jika terjadi penumpukan kolesterol jahat (LDL = Low Density Lipoprotein) di pembuluh darah sehingga terjadi penyempitan pembuluh darah sehingga peredaran darah menjadi kurang lancar sehingga supplai oksigen menjadi berkurang, jika ini terjadi di pembuluh darah jantung maka bisa menyebabkan penyakit jantung.

Jika ingin sehat maka kita harus menjaga kadar kolesterol baik, mengapa?

Kolesterol baik dapat membantu membawa/melarutkan kolesterol jahat yang berbahaya untuk dimetabolisme di hati untuk dikeluarkan dari tubuh sehingga tubuh tidak terjadi kelebihan kolesterol jahat.

Makanan apa saja yang bisa menambah kadar kolesterol baik?

  • kacang polong
  • minyak zaitun
  • minyak ikan
  • alpukat
  • kedelai
  • ikan
  • buah serat tinggi : apel, pir

Disusun oleh:
Ibu Apt. Mitta Aninjaya, S.Farm
Konsultan Kesehatan CV. Mutiara Berlian

Mengenal Kolesterol, Berbahayakah Bagi Tubuh Kita?

Mengenal Kolesterol, Berbahayakah Bagi Tubuh Kita?

Apa sih sebenarnya kolesterol itu?

Kolesterol adalah suatu zat lemak yang beredar di dalam darah, berwarna kekuningan dan berupa seperti lilin, yang diproduksi oleh hati dan sangat diperlukan oleh tubuh. Kolesterol termasuk golongan lipid yang tidak terhidrolisis dan merupakan sterol utama dalam jaringan tubuh manusia. Kolesterol mempunyai makna penting karena merupakan unsur utama dalam lipoprotein plasma dan membran plasma serta menjadi prekursor sejumlah besar senyawa steroid.

Kolesterol yang diproduksi oleh tubuh terdiri dari 2 jenis, yaitu kolesterol HDL (High Density Lipoprotein) yang biasa disebut dengan kolesterol baik dan kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) disebut dengan kolesterol jahat. Kolesterol LDL akan menumpuk pada dinding pembuluh darah arteri koroner yang menyebabkan penyumbatan, karena itu LDL disebut sebagai kolesterol jahat. Kelebihan kadar kolesterol dalam darah disebut dengan hiperkolesterolemia.

Hiperkolesterolemia?

Hiperkolesterolemia dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya yaitu hiperkolesterolemia primer terutama disebabkan oleh faktor genetik, usia, jenis kelamin dan hiperkolesterolemia sekunder yang disebabkan oleh kebiasaan diet lemak jenuh, kurangnya aktivitas fisik, obesitas serta sindrom nefrotik.

Hiperkolesterolemia/kelebihan kadar kolesterol dalam tubuh, biasanya tidak menunjukkan gejala khas, seringkali seseorang baru mengetahui terkena hiperkolesterolemia ketika mereka melakukan pemeriksaan kesehatan ke pelayanan kesehatan atau karena keluhan lain.

Hanya saja gejala yang sering ditemui yaitu sering pusing di kepala bagian belakang, tengkuk dan pundak terasa pegal, sering pegal, kesemutan di tangan dan kaki bahkan ada yang mengeluhkan dada sebelah kiri terasa nyeri seperti tertusuk. Jika hiperkolesterolemia ini dibiarkan begitu saja, akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke .

Penelitia menunjukkan 20% serangan stroke dan lebih dari 50% serangan jantung disebabkan oleh kadar kolesterol tinggi. Kasusnya di Indonesia meningkat per tahunnya sebanyak 28 persen dan menyerang usia produktif yaitu usia di bawah 40 tahun.

Berikut adalah besaran kadar kolesterol berdasar jenis kolesterol, jika seseorang dikatakan menderita hiperkolestreolemia.

  • Kadar kolesterol total > 200 mg/dL
  • Kadar LDL (Low Density Lipoprotein) > 100 mg/dL
  • Kadar HDL (High Density Lipoprotein) < 40 mg /dL
  • Kadar Trigliserida > 150 mg/dL

Bagaimana cara mencegah hiperkolesterolemia?

Makan makanan tinggi magnesium.

Melansir Healthy, konsumsi asupan tinggi magnesium terbukti bisa mengontrol kadar kolesterol. Menurut penelitian, magnesium dapat mencegah penyumbatan pembuluh darah karena kolesterol dan bisa meningkatkan kesehatan jantung. Kekurangan kalsium bisa meningkatkan risiko serangan jantung, artimia, sampai nyeri dada. Beberapa makanan yang banyak mengandung magnesium di antaranya tahu, tempe, pisang, kacang-kacangan, gandum utuh, sayuran hijau, ikan, sampai alpukat.

Batasi asupan gula.

Cara menurunkan kolesterol tinggi secara alami yang kerap dilupakan adalah mengontrol asupan gula. Sejumlah orang beranggapan, gula hanya terkait dengan penyakit diabetes. Padahal, konsumsi gula berlebihan juga memengaruhi kolesterol. Selain itu, konsumsi gula berlebihan juga bisa menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) sekaligus menghambat enzim pemecah kolesterol trigliserida. Agar kolesterol dan gula darah tetap stabil, batasi asupan gula dengan meminimalkan minuman manis, makanan olahan, sampai karbohidrat bertepung.

Makan makanan tinggi serat.

Konsumsi makanan tinggi serat dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Selain bisa memangkas kadar kolesterol, asupan kaya serat juga mengandung bakteri baik yang bisa menjaga kesehatan pencernaan. Beberapa jenis makanan tinggi serat di antaranya biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan.

Konsumsi lemak tak jenuh.

Cara menurunkan kolesterol tinggi secara alami yang tak boleh dilewatkan adalah makan makanan yang mengandung lemak tak jenuh. Sedangkan lemak tak jenuh menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Beberapa sumber lemak tak jenuh yang baik dikonsumsi di antaranya minyak zaitun, kacang-kacangan, alpukat, ikan salmon, sampai ikan tuna.

Hindari lemak trans.

Penderita kolesterol tinggi wajib menghindari asupan tinggi lemak trans yang bisa meningkatkan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL). Lemak trans dalam jumlah kecil secara alami ditemukan dalam daging sapi, daging kambing, susu, dan produk susu seperti keju. Selain itu, lemak trans juga terkandung dalam lemak tak jenuh yang telah dimodifikasi dengan proses yang disebut hidrogenasi. Pemrosesan tersebut membuat bahan makanan punya tekstur yang lebih baik (renyah) dan cita rasa lebih gurih. Beberapa makanan kaya lemak trans di antaranya gorengan, keripik, kerupuk, dan makanan cepat saji.

Jangan makan berlebihan dan perhatikan kalori.

Cara menurunkan kolesterol tinggi secara alami yang perlu dilakukan lainnya yakni hindari makan berlebihan. Makan berlebihan dapat meningkatkan berat badan. Setiap kenaikan berat badan berisiko meningkatkan kadar kolesterol tubuh. Perhatikan porsi setiap makan dan kualitas makanan. Jaga agar kalori yang masuk ke tubuh sesuai kebutuhan. Orang dewasa dengan aktivitas normal dan kondisi tubuh sehat rata-rata membutuhkan 2.000 kalori per hari.

Aktif bergerak dan rutin berolahraga.

Untuk menurunkan kolesterol tinggi, menjaga pola makan sehat perlu diimbangi dengan kebiasaan aktif bergerak dan olahraga rutin. Penderita kolesterol disarankan olahraga selama 30 menit sebanyak lima kali per minggu, dan lebih aktif bergerak. Olahraga dan aktivitas fisik dapat meningkatkan kadar kolesterol baik dan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.
Pilih jenis olahraga yang ringan tapi bisa rutin dikerjakan seperti jalan kaki, lari, atau aerobik di rumah. Selain itu, cari aktivitas yang bisa membuat tubuh lebih aktif bergerak seperti jalan kaki di jam istirahat, sering berdiri, bersepeda ke tempat kerja, atau mengerjakan pekerjaan rumah secara mandiri.

Berhenti merokok.

Berhenti merokok dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Selang 20 menit setelah berhenti merokok, tekanan darah dan detak jantung yang melonjak setelah terpapar rokok jadi lebih stabil.

Kurangi stres.

Penelitian menunjukkan, stres dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Stres dapat memengaruhi kemampuan tubuh mempertahankan kolesterol baik (HDL). Tak hanya itu, stres juga memicu respons hormon adrenalin dalam meningkatkan kadar trigliserida, sehingga kadar kolesterol jahat (LDL) meningkat. Untuk itu, cara menurunkan kolesterol tinggi secara alami perlu melibatkan pengelolaan stres. Coba kelola stres dengan meditasi, yoga, latihan fisik, jaga hubungan baik dengan orang lain.

Tidur yang cukup.

Studi membuktikan, terlalu banyak atau kurang tidur sama-sama dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Kurang tidur rentan meningkatkan kadar kolesterol jahat karena orang yang cenderung ngemil atau makan lebih banyak, kurang bergerak, dan lebih stres saat kurang tidur. Pastikan tidur yang cukup sebagai cara menurunkan kolesterol tinggi secara alami.

Bagaimana diet makanan sehat untuk mencegah/menurunkan kolesterol dan terhindar dari hiperkolesterolemia?

  • Menggunakan lemak sehat atau lemak tidak jenuh untuk mengolah/menyiapkan makanan. Mengganti mentega, margarine, krim, minyak goreng (minyak kelapa/minyak kelapa sawit) dengan minyak zaitun, atau minyak kacang kedelai.
  • Mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan dengan porsi yang lebih banyak setiap kali makan
  • Mengganti teknik memasak yang menggunakan banyak lemak seperti menggoreng atau kuah santan dengan memanggang, mengukus, atau menumis dengan sedikit minyak.
  • Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak gula dan garam, mengganti snack manis dengan buah-buahan.
  • Mengurangi konsumsi daging merah, diganti dengan ikan, daging ayam tanpa kulit, kacang-kacangan.
  • Memperbanyak penggunaan bawang putih, bawang merah, daun bawang sebagai bumbu masak.

Komplikasi kolesterol tinggi/hiperkolesterolemia

Berikut adalah beberapa komplikasi mematikan yang bisa terjadi jika kadar kolesterol jahat terlampau tinggi.

Xanthelasma palpebrarum.
Xanthelasma palpebrarum adalah plak berwarna kekuningan yang umumnya muncul di sekitar kelopak mata (bagian dekat dengan hidung). Keadaan ini terbentuk akibat penumpukan kolesterol di daerah kutaneus (kulit). Xanthelasma bisa terjadi pada wanita maupun pria yang berusia 40–50 tahun. Xanthelasma muncul simetris di kedua kelopak mata, dan dapat memiliki konsistensi lembut hingga padat. Normalnya, xanthelasma tidak memberikan suatu gejala yang mengganggu.

Tekanan darah tinggi.
Tekanan darah berhubungan dengan kadar kolesterol yang ada di dalam tubuh. Apabila kadar kolesterol tinggi dan tidak segara ditangani, maka plak-plak lemak akan semakin banyak terbentuk di dalam pembuluh darah. Plak-plak tersebut akan membuat pembuluh darah semakin sempit sehingga aliran darah ke seluruh tubuh mengalami gangguan. Akibatnya, organ jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah agar sampai ke organ lain. Keadaan ini bisa menyebabkan tekanan darah tinggi alias hipertensi.

Angina Pektoris.
Angina dapat diartikan sebagai nyeri dada, rasa dada yang terikat, atau dada yang terasa tak nyaman. Angina pektrosis adalah tanda awal dari penyakit jantung dan dapat dipicu dengan melakukan beberapa kegiatan, seperti mengangkat barang, berolahraga, dan emosi atau marah. Angina Pektoris terjadi karena otot-otot jantung tidak menerima oksigen yang cukup. Keadaan itu adalah akibat dari adanya penyempitan pembuluh darah karena tersumbat oleh plak-plak lemak.

Serangan jantung.
Serangan jantung dapat menjadi lanjutan dari angina. Apabila plak lemak terlepas, membentuk klot dan menyumbat pembuluh darah ke jantung, maka seseorang dapat mengalami serangan jantung. Keadaan ini bisa menyebabkan kematian apabila tidak ditangani segera.
Beberapa tanda dan gejala yang muncul pada saat serangan jantung, misalnya nyeri dada berat, dada terasa sesak dan berat seperti ditindih, atau dada seperti ditusuk hingga menembus ke belakang dan menjalar ke lengan kiri atau rahang kiri, mual muntahl, keringat dingin, hingga badan lemas.

Stroke.
Stroke atau yang juga disebut brain attack merupakan penyebab kematian terbesar ke-5 di Amerika Serikat, dimana setiap tahunnya 140.000 orang meninggal dunia. Di Indonesia sendiri, Riskedas 2007–2013 menyebut bahwa angka kejadian stroke terus meningkat, dari 8,3% menjadi 12,1%. Stroke terjadi karena plak-plak lemak di pembuluh darah terlepas dan menyumbat pembuluh darah di otak. Selain faktor kolesterol tinggi, stroke juga dipengaruhi oleh kondisi lain, seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, tekanan darah tinggi, dan obesitas.

Ditulis oleh:
Ibu Apt. Mitta Aninjaya, S.Farm
Konsultan Kesehatan CV. Mutiara Berlian

9 Cara Mudah Cegah Diabetes Melitus Tanpa Keluhan

9 Cara Mudah Cegah Diabetes Melitus Tanpa Keluhan

Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik yang terjadi oleh interaksi berbagai faktor: genetik, imunologik, lingkungan dan gaya hidup. Diabetes Mellitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin progresif dilatarbelakangi oleh resistensi insulin.

Diabetes Mellitus merupakan kondisi kronis yang terjadi saat meningkatnya kadar glukosa dalam darah karena tubuh tidak mampu memproduksi banyak hormon insulin atau kurangnya efektifitas fungsi insulin.

Gejala Diabetes Melitus

Gejala yang muncul pada penderita Diabetes Mellitus diantaranya :

  • Poliuri (banyak kencing)

Poliuri merupakan gejala awal diabetes yang terjadi apabila kadar gula darah sampai di atas 160-180 mg/dl. Kadar glukosa darah yang tinggi akan dikeluarkan melalui air kemih, jika semakin tinggi kadar glukosa darah maka ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang banyak. Akibatnya penderita diabetes sering berkemih dalam jumlah banyak.

  • Polidipsi (banyak minum)

Polidipsi terjadi karena urin yang dikeluarkan banyak, maka penderita akan merasa haus yang berlebihan sehingga banyak minum.

  • Polifagi (banyak makan)

Polifagi terjadi karena berkurangnya kemampuan insulin mengelola kadar gula dalam darah sehingga penderita merasakan lapar yang berlebihan.

  • Penurunan Berat Badan

Penurunan berat badan terjadi karena tubuh memecah cadangan energi lain dalam tubuh seperti lemak.

Klasifikasi Diabetes Melitus

  • Diabetes Melitus Tipe 1

Diabetes Mellitus tipe 1 terjadi karena adanya destruksi sel beta pankreas karena sebab autoimun. Pada Diabetes Mellius tipe ini terdapat sedikit atau tidak sama sekali sekresi insulin.

Faktor penyebab terjadinya Diabetes Mellitus Tipe 1 adalah infeksi virus atau rusaknya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan karena reaksi autoimun yang merusak sel-sel penghasil insulin.

  • Diabetes Melitus Tipe 2

Pada penderita Diabetes Mellitus tipe ini terjadi hiperinsulinemia tetapi insulin tidak bisa membawa glukosa masuk ke dalam jaringan karena terjadi resistensi insulin yang merupakan turunnya kemampuan insulin untuk merangsang pengambilan glukosa oleh jaringan perifer dan untuk menghambat produksi glukosa oleh hati.

  • Diabetes Melitus Gestasional

Diabetes Mellitus tipe ini terjadi selama masa kehamilan, dimana intoleransi glukosa didapati pertama kali pada masa kehamilan, biasanya pada trimester kedua dan ketiga.

Faktor Resiko Diabetes Melitus

  • Usia

Terjadinya Diabetes Mellitus tipe 2 bertambah dengan pertambahan usia (jumlah sel β yang produktif berkurang seiring pertambahan usia).

  • Berat Badan

Berat badan lebih BMI >25 atau kelebihan berat badan 20% meningkatkan dua kali risiko terkena Diabetes Mellitus. Prevalensi Obesitas dan diabetes berkolerasi positif, terutama obesitas sentral. Obesitas menjadi salah satu faktor resiko utama untuk terjadinya penyakit Diabetes Mellitus.

  • Riwayat Keluarga

Orang tua atau saudara kandung mengidap Diabetes Mellitus. Sekitar 40% diabetes terlahir dari keluarga yang juga mengidap Diabetes Mellitus.

  • Gaya Hidup

Gaya hidup adalah perilaku seseorang yang ditunjukkan dalam aktivitas sehari-hari. Makanan cepat saji (junk food), kurangnya berolahraga dan minum-minuman yang bersoda merupakan faktor pemicu terjadinya Diabetes Mellitus tipe 2.

Komplikasi Kronik

Berikut adalah komplikasi yang sering timbul karena penyakit Diabetes Melitus

  • Hiperglikemia dan Hipoglikemia

Jika diabetesi (penderita diabetes) tidak dapat mengontrol penyakitnya, kadar gula dalam darah bisa melonjak tinggi atau bahkan turun sangat rendah. Kondisi nilai gula darah yang terlalu tinggi dari batas normal (bisa mencapai 500 mg/dL) disebut hiperglikemia. Sebaliknya, jika terlalu rendah (kurang dari 60 mg/dL) dinamakan hipoglikemia.

Penderita diabetes tipe 1 dapat mengalami hiperglikemia jika tidak melakukan suntik insulin sebelum makan. Ini karena tubuh akan kekurangan insulin yang berfungsi dalam proses perubahan glukosa menjadi energi. Sementara itu, orang yang rutin mengonsumsi obat diabetes juga bisa mengalami hipoglikemia jika tidak memantau kadar glukosa darahnya dengan baik.

  • Rambut rontok

Rambut rontok mungkin tergolong komplikasi diabetes melitus yang paling ringan. Meski tidak terlalu bahaya bagi kesehatan tubuh, rambut rontok tetap tidak boleh disepelekan.

Kerontokan rambut terjadi akibat kerusakan pembuluh darah sehingga aliran darah segar penuh nutrisi ke folikel rambut jadi terhambat. Folikel yang kekurangan nutrisi dan oksigen pada akhirnya melemah dan tidak dapat mendukung pertumbuhan rambut sehat.

Selain itu, kondisi ini juga ikut berdampak pada cara kerja sistem endokrin. Sistem endokrin menghasilkan hormon androgen yang mengatur pertumbuhan rambut serta kesehatan folikel rambut. Ketika sistem endokrin bermasalah, kesehatan folikel rambut juga bisa ikut terpengaruh sehingga rambut jadi mudah rontok.

  • Masalah gigi dan mulut

Komplikasi diabetes melitus selanjutnya adalah masalah gigi dan mulut. Komplikasi ini umumnya muncul akibat kadar gula darah tinggi yang tidak terkendali. Kondisi tersebut dapat memicu infeksi dan berbagai masalah pada mulut, termasuk gangguan pada gigi, gusi, serta lidah.

Air liur mengandung gula alami. Ketika diabetes tidak terkontrol, tak hanya glukosa dalam darah saja yang meningkat tapi juga glukosa pada air liur. Air liur yang tinggi gula akan mengundang bakteri untuk tumbuh dan berkembang di dalam mulut.

Nantinya, bakteri yang berkumpul di dalam mulut akan memicu pembentukan plak pada permukaan gigi. Plak yang semakin menebal dapat membuat gusi dan daerah di sekitar mulut menjadi meradang dan terinfeksi. Beberapa masalah gigi dan mulut yang sering dialami oleh para diabetesi meliputi radang gusi (gingivitis), penyakit gusi (periodontitis), mulut kering, hingga candidiasis (infeksi jamur di mulut).

  • Disfungsi ereksi pada pria dan infeksi jamur vagina pada wanita

Efek diabetes pada pria berupa disfungsi ereksi menyebabkan ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi. Ini terjadi karena rusaknya pembuluh darah dan saraf. Padahal, organ penis dipenuhi oleh pembuluh darah dan saraf. Masalah saraf lainnya yang juga menjadi efek diabetes pada pria adalah ejakulasi terbalik. Kondisi ini berdampak pada sperma yang keluar mengarah ke dalam kandung kemih bukan sebaliknya. Ejakulasi terbalik juga bisa mengurangi produksi semen selama ejakulasi.

Sementara pada wanita, gejala infeksi jamur vagina dapat membuat seks tidak menyenangkan. Infeksi jamur pada organ intim diakibatkan oleh ketidakseimbangan bakteri akibat tingginya kadar gula dalam tubuh.

  • Kerusakan saraf

Neuropati diabetik adalah jenis kerusakan saraf yang terjadi akibat komplikasi Diabetes Melitus. Kadar gula darah tinggi dapat merusak saraf-saraf yang ada di tubuh. Pada kebanyakan kasus, komplikasi Diabetes Melitus ini menyerang saraf tangan dan kaki. Komplikasi ini menyebabkan mati rasa, atau kesemutan pada jari-jari tangan dan kaki. Gejala lainnya yaitu timbulnya nyeri, kesemutan, kebas atau baal, hingga sensasi terbakar.

  • Kerusakan mata

Bahaya komplikasi akibat Diabetes Melitus tidak hanya menyerang saraf di kaki dan tangan saja, tapi juga mata. Pada mulanya, komplikasi ini ditandai dengan penglihatan kabur selama beberapa hari atau minggu dan akan hilang setelah kadar gula yang tinggi kembali normal. Namun, ketika kadar gula darah terus-terusan tinggi, pembuluh darah kecil yang ada di belakang mata bisa rusak.

Beberapa gangguan penglihatan akibat Diabetes Melitus yang mungkin terjadi, antara lain: Retinopati diabetik, Edema makula diabetik, Glaukoma, Katarak diabetik.

  • Penyakit kardiovaskuler

Kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan lemak menumpuk di dinding pembuluh darah. Seiring waktu, kondisi ini bisa menghambat sirkulasi darah yang pada akhirnya meningkatkan risiko aterosklerosis pada pasien Diabetes Melitus.

Aterosklerosis akibat komplikasi diabetes menandakan adanya pengerasan pembuluh darah yang dapat menimbulkan bahaya kesehatan, seperti serangan jantung atau stroke.

Selain itu, orang yang memiliki diabetes juga berisiko terkena aritmia. Kondisi ini merujuk pada detak jantung yang tidak normal; bisa lebih cepat, lebih lambat, atau tidak teratur. Aritmia bisa menyebabkan jantung yang tidak memompa dengan benar sehingga sirkulasi darah pada otak dan organ-organ penting di dalam tubuh terhambat. Komplikasi ini juga bisa menyebabkan diabetesi mengalami stroke dan gagal jantung. Lambat laun, akibat penyakit gula ini bisa membuat jantung rusak dan lemah.

  • Kerusakan ginjal (nefropati diabetik)

Kerusakan ginjal akibat diabetes dalam istilah medis disebut dengan nefropati diabetik. Kondisi ini dapat menyerang orang dengan jenis Diabetes Melitus tipe 1 ataupun tipe 2. Nefropati diabetik terjadi ketika diabetes merusak pembuluh darah dan sel-sel yang ada di ginjal.

Gula darah yang tinggi dapat menyebabkan ginjal bekerja terlalu keras sehingga memicu terjadinya kerusakan pembuluh darah kecil (glomeruli) di ginjal. Lambat laun, pembuluh darah pada ginjal yang rusak dapat menurunkan fungsi ginjal.

  • Kaki diabetik (diabetic foot)

Ketika diabetes, luka sedikit saja bisa jadi infeksi parah yang sulit diobati dan lama sembuhnya. Dalam kasus yang serius, luka ketika diabetes bahkan bisa membuat kaki diamputasi. Komplikasi diabetes melitus satu ini dikenal dengan diabetic foot atau kaki diabetes.

Komplikasi diabetes melitus ini terjadi karena tingginya kadar gula darah dapat menghambat sirkulasi darah ke bagian kaki serta kerusakan saraf kaki. Akibatnya sel-sel kaki kesulitan untuk memperbaiki jaringan dan saraf yang rusak. Selain itu, kerusakan saraf pada kaki diabetik juga dapat menyebabkan mati rasa atau sensai kebas di bagian kaki.

  • Ketoasidosis diabetik

Ketika tubuh tidak menghasilkan cukup insulin untuk menyerap gula darah, tubuh akan memecah lemak sebagai energi. Proses pemecahan lemak menjadi energi akan menghasilkan keton. Keton yang dihasilkan berlebihan akan menumpuk di dalam darah dan menimbulkan gejala dehidrasi berat seperti haus berlebihan, sering buang air kecil, dan tubuh lemas. Tak jarang, ketoasidosis bisa sampai menyebabkan koma.

Pencegahan Diabetes Melitus

  1. Menjaga berat badan ideal

Memiliki berat badan ideal adalah salah satu cara mencegah diabetes di kemudian hari. Pasalnya, obesitas (kelebihan berat badan) menjadi salah satu faktor penyebab utama dari diabetes.

  1. Makan makanan bergizi seimbang

Diet yang baik merupakan cara lain untuk mencegah diabetes. Pencegahan ini dapat membantu mengendalikan berat badan tetap ideal sehingga risiko diabetes akan menurun. Selama ini kebanyakan orang cenderung terbiasa makan makanan cepat saji, berlemak, dan bergula tinggi. Untuk mencegah diabetes, pastikan piring makan Anda selalu mengandung nutrisi lengkap dan seimbang, yaitu karbohidrat, protein, serat, lemak baik, serta vitamin dan mineral.

Makanan yang harus dihindari

  • Makanan tinggi lemak jenuh, seperti susu sapi berlemak, keju, es krim, sosis, nugget, kue, dan gorengan.
  • Makanan dan minuman kemasan.
  • Makanan tinggi natrium, seperti garam, bumbu masak instan, dan mi instan.
  • Makanan dan minuman tinggi karbohidrat sederhana, seperti permen, kue kering, minuman ringan, jajanan manis (martabak).

Makanan yang baik bagi kesehatan

  • Karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, buah, sayur, dan biji-bijian.
  • Makanan tinggi serat, seperti kacang merah, kacang polong, buah, dan sayur.
  • Sumber lemak baik, seperti daging ikan (tanpa kulit dan tidak digoreng), alpukat, zaitun, dan kacang almond.
  1. Memperhatikan asupan karbohidrat dan gula

Glukosa yang memengaruhi kadar gula darah merupakan hasil pemecahan dari karbohidrat. Sebagai cara mencegah diabetes, bisa memilih sumber karbohidrat kompleks, seperti nasi merah.

Anda juga perlu memperhatikan asupan gula setiap harinya. Asupan gula harian sering berlebih karena konsumsi gula tambahan yang dicampurkan ke dalam makanan dan minuman. Gula yang dimaksud termasuk pemanis buatan, gula cair atau gula kristal, serta gula alami dalam madu, buah yang dijadikan jus, dan konsentrat buah. Konsumsi makanan tinggi gula secara berlebihan akan memicu masalah metabolisme, mengganggu proses produksi insulin serta memicu kegemukan atau obesitas.

  1. Menjaga porsi makan

Langkah selanjutnya untuk mencegah diabetes adalah menakar porsi makan sehari-hari. Apalagi jika Anda terbiasa makan dalam porsi besar. Makan dengan porsi berlebih membuat Anda mengonsumsi lebih banyak kalori. Ini bisa meningkatkan berat badan dan risiko diabetes.

Menggunakan piring yang lebih kecil bisa menjadi salah satu cara menjaga porsi makan dalam rangka mencegah diabetes. Makan dengan piring kecil membuat Anda secara tidak sadar jadi harus mengurangi porsi makan lebih sedikit dari biasanya.Idealnya memang lebih baik makan sedikit-sedikit tapi sering ketimbang harus makan dalam jumlah banyak sekaligus.

  1. Perbanyak aktivitas fisik

Gaya hidup mager alias malas gerak ikut menyumbang kenaikan kadar gula darah secara perlahan. Oleh sebab itu, biasakanlah diri untuk lebih aktif bergerak dan hindari melakukan suatu kegiatan yang menyebabkan duduk atau berbaring terlalu lama.

Aktivitas fisik dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Hal ini dapat mendorong proses penyimpanan gula pada jaringan otot dan meningkatkan respons tubuh terhadap insulin. Langkah pencegahan diabetes yang bisa dilakukan sehari-hari agar tubuh bergerak lebih aktif, antara lain banyak berjalan kaki, naik tangga, berkebun, dan membersihkan rumah.

  1. Rutin olahraga

Aktivitas fisik, termasuk olahraga yang menurunkan gula darah, yang dilakukan secara rutin dapat dijadikan sebagai cara ampuh untuk mencegah diabetes. Olahraga dapat membantu membakar kalori untuk menghasilkan energi dan menyimpan glukosa ke otot sebagai cadangan energi. Dengan begitu, gula tidak menumpuk di dalam darah.

Olahraga juga membantu tubuh menjadi lebih sensitif terhadapp insulin. Ini tentu menghindarkan dari risiko resistensi insulin. Sebagai langkah pencegahan diabetes, luangkanlah waktu minimal 30 menit setiap harinya untuk berolahraga.

  1. Berhenti merokok

Berhenti merokok juga dapat membantu mencegah diabetes. Faktanya, diabetes tipe 2 adalah jenis diabetes yang paling banyak dialami oleh perokok.

  1. Banyak minum air putih

Mencegah diabetes bisa dilakukan dengan mengurangi konsumsi minuman manis, seperti soda, minuman energi, dan jus buah kemasan). Nah, daripada minum yang manis-manis, baiknya minum air putih saja. Supaya Anda terbiasa mengonsumsi air putih untuk mencegah diabetes, mulailah dengan membawa botol minum sendiri ke mana pun pergi. Selain itu, sediakan juga air minum di meja kerja atau di kamar tidur.

  1. Jangan melewatkan jadwal makan
brown bread on white ceramic plate

Mencegah diabetes bisa dilakukan dengan mengurangi kebiasaan makan banyak. Namun, bukan berarti boleh melewatkan jadwal makan.

Melewatkan jadwal makan tidak membantu mencegah diabetes. Malah, ini bisa membuat kalap untuk makan lebih banyak. Pasalnya, telanjur menahan rasa lapar sehingga nafsu makan jadi lebih besar.

Pengobatan/Terapi Dengan Agarillus

agarillus herbal drink

• AGARILLUS HERBAL DRINK
= 3 X sehari1 sloki (dicampur dengan segelas air hangat)

• AGARILLUS DROP
= 3 X sehari 10 tetes (dicampur dengan segelas air)

• MADU HITAM PAHIT
= 3 X sehari 2 sendok makan

CATATAN : Saat kadar gula darah sudah kembali normal untuk mempertahankan tetap normal maka disarankan untuk tetap mengonsumsi Agarillus dengan dosis setengahnya.

Ditulis oleh:
Ibu Apt. Mitta Aninjaya, S.Farm
Konsultan Kesehatan CV. Mutiara Berlian

Copyright © 2024 Agarillus Herbal